/* more info: http://dubraw735.blogspot.com */ Blogger Widgets

LEGENDA PANEMBAHAN TUNDAN


Di sebelah timur SD Negeri Bonosari III Kecamatan Sempor terdapat sebuah makam keramat, yang disebut Panembahan. Berasal dari kata “manembah”mendapat awalan ( Jawa : atar-atar ) ‘pa’ dan akhiran ( Jawa panambang ) ‘an’. Karena terletak di Dukuh Tundan Desa Bonosari Kecamatan Sempor maka tempat itu dikenal juga dengan “Panembahan Tundan”. Sebetulnya bagamanakah legenda tentang “ Panembahan Tundan ?”. Konon pada waktu para ahli menyiarkan agama Islam di Pulau Jawa sampai juga ke daerah Sempor. Pada saat itu masyarakat daerah tersebut masih menganut animisme/ penyembah arwah sehingga bertentangan dengan agama Islam yang dibawa oleh para wali. Pada suatu ketika ada seseorang wali (anonim) akan melaksanakan ibadah sholat, tetapi ia kesulitan untuk mendapatkan air wudlu, karena kebetulan sedang musim kemarau. Masyarakat yang memiliki sumur, airpun tidak berkenan memberikan air pada sang wali. Dengan perasaan sedih sang wali menancapkan tongkatnya dengan disertai doa permohonan kehadirat kehadirat Allah SWT. Tak disangka setelah tongkat tersebut dicabut maka keluarlah air dari dalam tanahdan sampai sekarang masih tetap mengalir, walaupun musim kemarau. Sumber mata air itu dikenal dengan nama “Beji”. Sampai sekarang “ Sumber Beji” ini tetap dirawat dan setiap tahun pada bulan Sapar dikuras. Menurut kepercayaan masyarakat Tundan, air beji itu berkhasiat untuk mengobati orang sakit. Cara mengambil air Beji ialah dengan bumbung/ruas bambu, kemudian diminumkan pada si sakit. Adapun cara membawa air tersebut, apabila dijalan berjumpa orang dan disapa tidak boleh menjawab. Pada waktu menguras “Beji”, masyarakat Tundan memeriahkannya dengan mengadakan pertunjukan Kuda Lumping / Ebleg. Menurut cerita rakyat hal itu di maksudkan untuk menghibur Sang Wali yang sedang kesal pada waktu itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Maturnuwun sanget nggeh.........!!

TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG
Copyright © Nangkenne.blogspot.com